
Memiliki mobil listrik membuat kebutuhan pengisian daya di rumah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Salah satu pilihan yang semakin banyak digunakan adalah Wall Charger, karena pengisian kendaraan dapat dilakukan dengan lebih praktis di rumah.
Namun, sebelum memasang Wall Charger, ada satu hal penting yang perlu dipersiapkan:
Berapa kapasitas listrik yang sesuai untuk Wall Charger 7 kW atau 11 kW?
Untuk mendapatkan instalasi yang lebih aman dan sesuai dengan kebutuhan pengisian kendaraan listrik, EPB menyarankan penggunaan meteran listrik khusus untuk Wall Charger, dengan kapasitas yang disesuaikan dengan daya charger.
Sebagai gambaran:
- Wall Charger 7 kW → 7.700 VA, 1 fase
- Wall Charger 11 kW → 13.200 VA, 3 fase
Dengan menggunakan meteran khusus, kebutuhan listrik Wall Charger tidak bercampur dengan beban listrik rumah seperti AC, kulkas, pompa air, water heater, dan peralatan lainnya.
Konsep penyambungan khusus untuk home charging juga telah digunakan dalam layanan PLN. PLN mencantumkan penyambungan baru 7.700 VA untuk 1 fase dan 13.200 VA untuk 3 fase pada layanan Home Charging Services. PLN juga pernah menjelaskan contoh pelanggan yang menggunakan penyambungan baru 7.700 VA secara terpisah dari instalasi rumah untuk kebutuhan pengisian kendaraan listrik.
Dengan demikian, pemasangan Wall Charger sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan perangkat chargernya, tetapi juga menyiapkan sumber listrik dan instalasi yang memang diperuntukkan bagi kebutuhan pengisian kendaraan listrik.
Apa Arti 7 kW dan 11 kW pada Wall Charger?
Angka 7 kW dan 11 kW menunjukkan kemampuan daya pengisian maksimum yang dapat diberikan oleh Wall Charger kepada kendaraan listrik.
Secara sederhana, Wall Charger 7 kW memiliki kemampuan pengisian hingga sekitar 7 kW, sedangkan Wall Charger 11 kW dapat memberikan daya pengisian hingga sekitar 11 kW.
Semakin besar daya pengisian yang digunakan, semakin besar pula kapasitas listrik yang perlu disiapkan untuk mendukung proses pengisian kendaraan.
Wall Charger 7 kW Membutuhkan Daya Listrik Berapa?
Wall Charger 7 kW umumnya menggunakan sistem 1 fase dengan arus pengisian hingga sekitar 32 ampere.
Dengan tegangan listrik sekitar 220 volt, kebutuhan daya pengisian berada di kisaran 7 kW. Karena itu, kebutuhan listrik untuk Wall Charger perlu dipersiapkan secara khusus agar dapat bekerja dengan optimal.
Untuk Wall Charger 7 kW, EPB menyarankan penggunaan meteran listrik khusus 7.700 VA dengan sistem 1 fase.
Meteran khusus ini digunakan untuk menyuplai Wall Charger, sehingga kebutuhan pengisian kendaraan tidak bercampur dengan penggunaan listrik rumah seperti AC, kulkas, pompa air, lampu, dan peralatan elektronik lainnya.
Dengan demikian, instalasi listrik dapat dirancang secara khusus untuk kebutuhan Wall Charger 7 kW, mulai dari jalur kabel hingga perangkat pengaman listrik yang digunakan.
Wall Charger 11 kW Membutuhkan Daya Listrik Berapa?
Wall Charger 11 kW umumnya menggunakan sistem 3 fase dengan arus pengisian sekitar 16 ampere per fase.
Dengan sistem 3 fase, Wall Charger dapat memberikan daya pengisian hingga sekitar 11 kW. Karena kebutuhan dayanya lebih besar, sistem listrik yang digunakan juga perlu disiapkan sesuai dengan spesifikasi Wall Charger.
Untuk Wall Charger 11 kW, EPB menyarankan penggunaan meteran listrik khusus 13.200 VA dengan sistem 3 fase.
Meteran khusus ini digunakan untuk menyuplai Wall Charger, sehingga kebutuhan pengisian kendaraan tidak bercampur dengan penggunaan listrik rumah.
Dengan pemisahan tersebut, instalasi dapat dirancang secara khusus untuk Wall Charger 11 kW, termasuk jalur kabel dan perangkat pengaman listrik yang sesuai.
Mengapa Sebaiknya Menggunakan Meteran Khusus untuk Wall Charger?
Wall Charger merupakan perangkat dengan kebutuhan daya yang cukup besar dan dapat bekerja selama beberapa jam dalam satu kali pengisian. Karena itu, EPB menyarankan agar Wall Charger memiliki meteran listrik khusus yang terpisah dari meteran listrik rumah.
Pemisahan meteran membuat kebutuhan listrik kendaraan tidak bercampur dengan berbagai peralatan rumah tangga. Dengan demikian, beban listrik untuk Wall Charger dapat dirancang dan dikelola secara khusus.
Selain itu, meteran khusus memberikan beberapa keuntungan:
- Beban listrik lebih terpisah, sehingga penggunaan Wall Charger tidak menambah beban pada instalasi listrik rumah.
- Instalasi lebih mudah dirancang, karena jalur listrik khusus dapat disiapkan sesuai kebutuhan Wall Charger.
- Perangkat pengaman dapat disesuaikan dengan daya dan karakteristik Wall Charger.
- Penggunaan listrik kendaraan lebih mudah dipantau, karena konsumsi listrik Wall Charger berada pada meteran tersendiri.
- Lebih siap untuk kebutuhan pengisian rutin, terutama bagi pengguna yang melakukan pengisian kendaraan secara teratur di rumah.
Dengan konsep ini, Wall Charger tidak hanya dipasang sebagai perangkat tambahan pada instalasi rumah, tetapi memiliki sistem kelistrikan yang memang dipersiapkan khusus untuk kebutuhan pengisian kendaraan listrik.
Perbedaan Meteran 7.700 VA dan 13.200 VA
Pemilihan kapasitas meteran khusus disesuaikan dengan daya Wall Charger yang akan digunakan.
| Wall Charger | Meteran Khusus | Sistem Listrik |
| 7 kW | 7.700 VA | 1 fase |
| 11 kW | 13.200 VA | 3 fase |
Wall Charger 7 kW menggunakan sistem 1 fase dan umumnya membutuhkan arus hingga sekitar 32 ampere. Karena itu, kapasitas 7.700 VA menjadi pilihan yang sesuai untuk menyiapkan sumber listrik khusus Wall Charger.
Sementara itu, Wall Charger 11 kW menggunakan sistem 3 fase dengan arus sekitar 16 ampere per fase. Untuk kebutuhan tersebut, EPB menyarankan meteran khusus 13.200 VA dengan sistem 3 fase.
Dengan menyesuaikan kapasitas meteran dengan daya Wall Charger, sumber listrik dapat dipersiapkan sejak awal sesuai kebutuhan pengisian kendaraan listrik.
Apakah Wall Charger Harus Menggunakan Meteran Baru?
Pada dasarnya, kebutuhan setiap lokasi dapat berbeda. Namun, untuk pemasangan Wall Charger, EPB menyarankan penggunaan meteran listrik baru yang dikhususkan untuk kebutuhan pengisian kendaraan listrik.
Konsep ini membuat sumber listrik untuk Wall Charger terpisah dari instalasi listrik rumah. Jadi, pelanggan tidak perlu menggabungkan beban Wall Charger dengan berbagai peralatan listrik yang sudah menggunakan meteran rumah.
Untuk kebutuhan Wall Charger 7 kW, meteran khusus yang disarankan adalah 7.700 VA 1 fase.
Sedangkan untuk Wall Charger 11 kW, meteran khusus yang disarankan adalah 13.200 VA 3 fase.
Dengan menggunakan meteran khusus sejak awal, instalasi dapat dipersiapkan dengan lebih terarah sesuai kebutuhan Wall Charger. Hal ini juga sejalan dengan skema penyambungan listrik untuk layanan Home Charging yang disediakan PLN.
Namun, sebelum melakukan pemasangan, kondisi lokasi dan kebutuhan kendaraan tetap perlu diperiksa agar spesifikasi Wall Charger dan instalasinya sesuai.
7 kW atau 11 kW, Mana yang Cocok?
Memilih Wall Charger 7 kW atau 11 kW sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka daya yang lebih besar. Yang paling penting adalah menyesuaikannya dengan kemampuan kendaraan, kebutuhan penggunaan, dan sistem listrik yang tersedia.
Wall Charger 7 kW
Wall Charger 7 kW dapat menjadi pilihan untuk pengguna yang menginginkan pengisian AC di rumah dengan sistem 1 fase.
Dengan meteran khusus 7.700 VA 1 fase, kebutuhan listrik untuk Wall Charger dapat dipisahkan dari penggunaan listrik rumah.
Wall Charger 11 kW
Wall Charger 11 kW dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan kemampuan pengisian AC lebih besar dan kendaraannya mendukung pengisian 11 kW.
Untuk penggunaannya, diperlukan sistem 3 fase dengan meteran khusus 13.200 VA.
Yang Perlu Diperhatikan
Daya Wall Charger bukan satu-satunya faktor yang menentukan kecepatan pengisian. Kemampuan onboard charger pada kendaraan juga harus mendukung daya AC yang diberikan oleh Wall Charger.
ika kendaraan hanya dapat menerima daya AC tertentu, penggunaan Wall Charger dengan daya lebih besar tidak otomatis membuat pengisian menjadi lebih cepat.
Karena itu, sebelum menentukan Wall Charger, sebaiknya periksa spesifikasi kendaraan dan kondisi lokasi terlebih dahulu.
7 kW maupun 11 kW sama-sama dapat menjadi pilihan yang tepat, selama sesuai dengan kemampuan kendaraan dan sistem kelistrikan yang digunakan.
Kesimpulan
Pemilihan daya Wall Charger perlu disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan dan sistem kelistrikan yang digunakan.
Untuk kebutuhan Wall Charger 7 kW, EPB menyarankan meteran listrik khusus 7.700 VA 1 fase.
Sedangkan untuk Wall Charger 11 kW, EPB menyarankan meteran listrik khusus 13.200 VA 3 fase.
Penggunaan meteran khusus membuat sumber listrik Wall Charger terpisah dari instalasi listrik rumah, sehingga jalur dan perangkat pengaman dapat dipersiapkan secara khusus untuk kebutuhan pengisian kendaraan listrik.
Sebelum menentukan Wall Charger, pastikan juga kendaraan mendukung daya pengisian AC yang akan digunakan.
Dengan perencanaan yang tepat, Wall Charger dapat digunakan dengan lebih aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan kendaraan listrik Anda.
Butuh Bantuan Menentukan Wall Charger?
Masih bingung memilih Wall Charger 7 kW atau 11 kW, menentukan kapasitas meteran, atau mempersiapkan instalasinya?
EPB siap membantu Anda menentukan solusi Wall Charger yang sesuai dengan kendaraan dan kebutuhan listrik di lokasi.
Mulai dari pemilihan perangkat, persiapan instalasi, hingga pemasangan Wall Charger, kami membantu memastikan setiap bagian dipersiapkan dengan tepat.
Konsultasikan kebutuhan Wall Charger Anda bersama EPB.
Hubungi EPB untuk mendapatkan informasi produk dan layanan instalasi.
